Ahli Ibadah Dimasukkan Neraka?

by Muhammad

Assalamu’alaikum….
Apakah temen-temen yakin jika orang ahli bermaksiat akan dijamin masuk neraka, sementara orang ahli ibadah dijamin akan masuk syurga? Coba temen-temen simak kisah dibawah ini:

Terdapat Hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah raḍyAllāhu 'anhu (may Allāh be pleased with him), bahwa Rasulullah ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) pernah bersabda, “Pada zaman Bani Israil dahulu, hidup dua orang laki-laki yang berbeda karakternya. Yang satu suka berbuat dosa dan yang lainnya rajin beribadah. Setiap kali orang yang ahli ibadah ini melihat temannya berbuat dosa, ia menyarankan untuk berhenti dari perbuatan dosanya.

Suatu kali orang yang ahli ibadah berkata lagi, ‘Berhentilah dari berbuat dosa.’ Dia menjawab, ‘Jangan pedulikan aku, terse-rah Allah  subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) akan memperlakukan aku bagaimana. Memangnya engkau diutus Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) untuk mengawasi apa yang aku lakukan.’ Laki-laki ahli ibadah itu menimpali, ‘Demi Allah, dosamu tidak akan diampuni olehNya atau kamu tidak mungkin dimasukkan ke dalam surga Allah.’

Kemudian Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) mencabut nyawa kedua orang itu dan mengumpulkan keduanya di hadapan Allah Rabbul’Alamin. Allah  subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) berfirman kepada lelaki ahli ibadah, ‘Apakah kamu lebih mengetahui daripada Aku? Ataukah kamu dapat merubah apa yang telah berada dalam kekuasaan tanganKu.’ Kemudian kepada ahli maksiat Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) berfirman, ‘Masuklah kamu ke dalam surga berkat rahmatKu.’ Sementara kepada ahli ibadah dikatakan, ‘Masukkan orang ini ke neraka’.”

Dari kisah diatas dapat kita petik pelajaran:

  • Hendaknya kita senantiasa ber amar ma’ruf dan nahi munkar.
  • Hendaknya kita segera berhenti dari kemungkaran dan berlepas diri darinya saat diingatkan dan dilarang, dan hendaknya tidak meneruskan dosa itu dengan keras kepala dan sombong.
  • Kita dilarangan berputus asa dari ampunan Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) Yang Maha Penyayang.
  • Beratnya sangsi mengucapkan sesuatu atas nama Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He), tanpa didasari ilmu.
  • Luasnya rahmat Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He), Rabb seluruh alam.
  • Seseorang yang memastikan orang lain masuk surga atau neraka, berarti ia telah mengakui memiliki sifat ketuhanan.
  • Celaan kepada seseorang yang mengklaim dirinya sendiri sebagai hakim kebenaran.

Sumber: Sittuna Qishshah Rawaha an-Nabi wash Shahabah al-Kiram, Muhammad bin Hamid Abdul Wahab, Edisi Indonesia, 61 KISAH PENGANTAR TIDUR Diriwayatkan Secara Shahih dari Rasulullah dan Para Sahabat, Pustaka Darul Haq, Jakarta

ditulis ulang oleh: www.alsofwah.or.id

semoga bermanfaat kawand.. :)