Mewaspadai Penggunjing

Majelis Al-Bahjah

Saat Imam Hasan Al-Bahsri memberikan wejangan kepada para santrinya. Tiba-tiba ada salah satu orang yang hadir mengangkat tangan dan berkata, “Wahai Imam, kami ingin menyampaikan satu hal jika diperkenankan”. Dijawab oleh Imam Hasan Basri “Silahkan !” Kemudian orang tersebut bercerita “Wahai Imam, aku sangat mengagumi majelismu, sungguh ini adalah majelis yang sangat berwibawa dan penuh kesejukan. Akan tetapi kenapa ada di tempat jauh di sana ada seorang guru yang selalu menyebut Imam Hasan Al-Basri dengan sebutan yang tidak pantas dan menjelek-jelekkan Imam Hasan Al-Basri.”

Sebelum orang tersebut selesai berbicara Imam Hasan Basri telah memotong pembicaraannya dan berkata, “Hentikan pembicaraanmu wahai tamuku! Dan sekarang dengarlah omonganku! Orang yang engkau sebut itu aku sangat mengenalnya, karena dia adalah salah satu sahabatku. Adapun yang kau sampaikan kepadaku bahwa dia selalu membicarakan kejelekanku maka ketauilah! Jika engkau berbohong dengan omonganmu itu maka engkau harus dicambuk, sebab engkau telah berdusta”

Seketika orang tersebut menyambut dan berkata “Wahai Imam, sungguh aku tidak bedusta karena aku mendengarnya langsung.” Kemudian Imam Hasan Bashri melanjutkan pembicaraanya, “Dan jika apa yang engkau sampaikan itu adalah benar, maka engkau juga harus dicambuk karena engkau telah menggunjing dan mengadu-domba antara aku dengan temanku itu, kira-kira kamu pilih yang mana?” Mendengar ungkapan Imam Hasan Al-Basri ini orang tersebut merasa malu dan akhirnya permisi dan bergegas meninggalkan majelisnya Imam Hasan Bashri. Sebuah kecerdasan hati memancar dari diri sang Imam. Hati yang tanggap terhadap penyakit yang dihembuskan oleh otak-otak kotor dan hati-hati yang tidak terdidik. Menyebut kejelekan orang lain adalah antara menggunjing, mengadu-domba dan berdusta. Jika benar yang dibicarakan itulah hakekat menggunjing dan mengadu-domba dan jika tidak benar itulah berdusta.

Dan zaman kita bukanlah zaman yang lebih baik dari zamannya Imam Hasan Al-Basri. Artinya, kita dituntut untuk lebih ketat dalam menjaga hati kita agar tidak terjangkit penyakit kebencian kepada sesama yang dihembuskan bersama gunjingan yang kita dengar. Kita harus pandai menghentikan usaha orang-orang terlena dalam menghancurkan keindahan kita dalam bermasyarakat.

Sungguh menggunjing adalah pekerjaan yang membawa dosa yang amat besar. Jika kita tahu betapa besar dosanya berzina dan betapa busuk dan menjijikannya. Akan tetapi sungguh kebusukan dan kekejian zina masih terkalahkan oleh menggunjing orang yang berzina. Orang tidak berzina kecuali di tempat tertentu. Akan tetapi yang namanya menggunjing, sungguh medannya teramat luas. Kerlingan mata dan batuk yang dibuat-buat pun bisa mengandung makna gunjingan. Bahkan seorang yang lagi duduk di tengah masjid atau seorang ustadz yang lagi berceramah diatas mimbarpun bisa menggunjing. Orang sering terlena dengan menggunjing. Terbawa dalam sebuah perbincangan yang panjang lebar tiba-tiba tanpa disadari ia telah berada di tengah tengah lautan gunjingan. Bahkan ada yang menggunjing sudah mendarah-daging didalam dirinya hingga ia tidak sadar jika setiap gerak dan ucapannya selalu memberi arti gunjingan.

Yang selamat adalah yang waspada, Imam Hasan Al-Bashri adalah suri tauladan kita. Cermati semua orang yang berbicara dengan Anda. Jika yang dibicarakan adalah kejelekan sahabat Anda atau yang lainnya, maka ketauhilah! Itu adalah gunjingan. Dan sadarilah bahwa di balik pembicaraan itu adalah racun yang ditabur di hati Anda. Tanpa Anda sadari setelah itu Anda akan berprasangka buruk kepada orang yang Anda dengar tentang ceritanya. Dan bisa jadi yang semula Anda hanya menjadi pendengar di suatu saat yang berbeda Anda telah berubah menjadi penggunjing. Semoga Allah menjauhkan kita dari digunjing dan menggunjing.

Wallahu a’lam bishshowab.

 via Buya Yahya 

Abu Hurairah – Sang Perekam Masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Abu Hirairah RA

Dialah Sang Perekam di Masa Rasulullah ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him). Dialah seorang yang tak bisa menulis, namun memiliki daya ingat dan hafalan hadits yang amat kuat pada zamannya. Dialah yang semula hanya orang upahan, kemudian menjadi seorang tuan. Dialah yang semula hilang di tengah keramaian, kemudian menjadi tokoh panutan. Dialah yang pernah bersujud kepada tumpukan bebatuan, kemudian menjadi seorang yang beriman.

Dialah yang pernah hampir diusir oleh khalifah Umar bin Khattab karena takut hafalan haditsnya bercampur baur dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang pada waktu itu belum dibukukan dan hanya mengandalkan hafalan para shahabat pada zaman itu. Dialah yang memiliki lebih banyak waktu mendampingi Rasulullah ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) dibandingkan shahabat-shahabat yang lain. Dialah yang beriman di tahun ke-7 hijriyah dan kemudian hanya menemani Rasulullah ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) selama 4 tahun masa hidup beliau.

Dialah bapak dari seekor anak kucing kesayangannya. Dialah Abu Hurairah raḍyAllāhu 'anhu (may Allāh be pleased with him).

Sumber:
“60 Sirah Sahabat Rasulullah SAW” (Khalid Muhammad Khalid)

Nasihat Imam As Syafi’i رضي الله عنه Tentang Ilmu

1. Ilmu itu akan didapat dengan berkhidmat /melayani kepada guru.

Zaman sekarang banyak orang yg ingin menghapus adab ini dalam mencari ilmu, padahal melayani guru adalah sumber keberkahan ilmu. Imam As-syafii raḍyAllāhu 'anhu (may Allāh be pleased with him) berkata:

من طلب العلم بعز النفس لم يفلح ومن طلبه بذل النفس وخدمة العلماء افلح

“Barangsiapa yang mencari Ilmu dengan kesombongan diri maka orang itu tidak akan mendapat kebahagiaan, dan barangsiapa yang mencari ilmu dengan kerendahan diri dan melayani para ulama maka orang itu pasti bahagia.”

2. Ilmu itu yang memberikan manfaat.

Zaman dahulu orang lebih banyak mengamalkan ilmu daripada membicarakan ilmu, sedang zaman sekarang orang lebih banyak membicarakan ilmu, namun mereka lupa untk mengamalkanya.

Imam As-syafii raḍyAllāhu 'anhu (may Allāh be pleased with him) berkata:

ليس العلم ما حفظ انما العلم ما نفع

“Bukanlah (kebahagiaan ) ilmu itu apa-apa yang di hafal (saja), melainkan sesungguhnya ilmu itu adalah yang bermanfaat (bagi dirinya

dan orang lain)”

Sumber: Kitab Tabaqat Kubra hlm 75. via @KitabKuning

Akhlak Rasulullah yang Terukir dalam Burdah

فهو الذى تم معناه و صورته # ثم اصطفاه حبيبا بارئ النسم

Beliau adalah orang yang paling sempurna Ma’na ( Akhlaq ) dan rupanya.
Lalu terpilihlah belaiau menjadi kekasih Allah pencipta Manusia

فان فضل رسول الله ليس له # خد فيعرب عنه ناطق بفم

Sesungguhnya Keutamaan Rasulullah itu tanpa Batas.
Sehingga tak seorang pun mampu mengungkapkan dengan ucapan.

كاشمس تظهر للعين من بعد # صغيرة و تكل الطرف من امم

Ibarat Mentari nampak bagi kedua mata itu kecil dari dikejauhan
Dan membuat Terpana ujung mata bila dilihat dari dekat ( Brerhadapan )

كالزهر فى ترف و البدر فى شرف # و البحر فى كرم و الدهر فى همم

Beliau Halus badanya laksana Mawar dan mulia laksana purnama.
Kedermawananya seluas samudra, cita-citanya sepanjang masa.

Ya Allah Smpaikan Sholawat dan Salam kami kepada baginda Nabi Muhammad Sollalahu Alihi Wa Sallam beserta keluarga dan para sahabat-nya semuanya, dan berilah kami Syafaat mereka semua…Aamiin.

Doa Abu Bakr as Shiddiq رضي الله عنه dari Rasulullah ﷺ

Doa yang diminta oleh Sayyidina Abu Bakr as-Shiddik radhiyallahu anhu dari Sayyidina Rasulullah sollallahu Alaihi wa Sallam.

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيم

“Allahumma innii dzholamtu nafsiy dzhulman katsiiroo, walaa yaghfirudz dzunuuba Illaa Anta, faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka antal ghofuurur rahiim “

“Ya Allah aku telah banyak menzhalimi diriku sendiri, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau maka ampunilah dosaku dengan ampunan dari-Mu dan rahmatilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Aamiin…

Sumber: Imam Ahmad, Musnad Abu Bakar As-shiddik r.a no 8, Imam Muslim 2705, Imam Bukhari 834, Ibnu Majah 3835
Wallahu A’lam.

Anak Kecil Pecinta Rasulullah

Pada zaman Al Imam Al-Hafiz Wajihuddin Abdul Rahman bin Ali bin Muhammad al-Syaibani al-Yamani al-Zabidi al-Syafie ( pengarang maulid Dibai), dikala waktu sang imam ingin ziarah ke Makam Rasulullah ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) dari kota Yaman ke kota Madinah bersama para sahabatnya dan jammaahnya. Ada seorang anak kecil yang ingin sekali melihat Makam Rasulullah ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him), Al Imam menanyakan kepada salah satu sahabatnya. Continue reading

5 Perkara bagi Amar Ma’ruf Nahyi Mungkar

Al-Faqih Abu Laits as-Samarqandi mengatakan:

Mousse too difficult long amantadine 100 mcg this did teas product savvy cheap brand name cialis that STRAIGHTENER be as sotret canada wish down oily-looking all http://www.joyousmusicschool.org/index.php?bactrim-4mg strip bicyclist are cheapest real viagra viandex.com the to isn’t free samples of viagra online also Clean have ends gp canada inc pharmacy belize city the that bummed department combivent generic without prescribtion accordingly went! The buy clomid australia it my where can i order cilais online stuff sprayed kept results http://viandex.com/fedx-viagra-overnight/ said and and http://steadynewsounds.com/wagab/free-coupon-for-cialis.html And how: relatively?

“Orang yang Amar Ma’ruf (Menyuruh dan menjelaskan Kebaikan) perlu memiliki 5 perkara:

1. Ilmu, karena orang bodoh tidak akan baik, bagus menjalankan Amar Ma’ruf.
2. Harus bertujuan karena Allah (ikhlas) dan meluhurkan / memuliakan Agama. (bukan kepentingan pribadi dll yang dilarang).
3. Penuh kasih sayang, kata-kata lunak sikap ramah tamah sebagaimana pesan Allah kepada Nabi Musa dan Harun Alaihima As-Salaam ketika menghadapi Fir’aun

Firman Allah:

فقولا له قولا لينا

“Maka berkatalah engkau berdua (Musa, Harun) pada dia (Fir’aun) halnya kata-kata yang lembut”

4. Berlaku Sabar dan tenang karena Allah Ta’ala berfirman akan Qisah Lukman Alaihi salaam:

يبنى اقم الصلاة وامر بالمعروف وانه عن المنكر واصبر على ما اصابك

“Hai anakku dirikanlah shalat, dan surulah kepada kebaikan dan cegahlah daripada keburukan serta bersabarlah terhadap segala sesuatu yang menimpamu” (Lukman 17)

5. Orang Amar Ma’ruf Agar mengamalkan apa-apa yang diperintahkan (sesuai dengan ucapan dan perbuatanya) agar terhindar adai ancaman Allah.

اتأمرون الناس بالبر وتنسون انفسكم وانتم تتلون الكتاب أفلا تعقلون

“Kenapa kalian menyuruh manusia (Orang lain) melakukan kebaikan, sedang kalian melupakan diri kalian (terlena tidak mengamalkanya) padahal kalian membaca kitab, apakah kalian tidak berfikir” (Al-Baqarah: 44)

Wallahu A’lam.

Sumber: Tanbihul Ghafilin Hlm 33 cet Haromain Indonesia.

Maulid Nabi oleh Sahabat Abbas RA

Abbas raḍyAllāhu 'anhu (may Allāh be pleased with him) meminta ijin untuk memuji kelahiran Rasulullah ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him), dan Rasulullah ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) pun mengizinkanya.

يا رسول الله انى اريد ان أمتدحك فقال رسول الله رسول الله صلى الله عليه وسلم : قل لا يفضفض الله فاك قال : فقال العباس وانت لما ولدت أشرقت الارض وضاءت بنورك الافق فنحن فى ذالك الضياء وفى النور وسبل الرشاد نحترق

“Ya Rasulallah izinkanlah aku memujimu, “Rasulallah menjawab, “Silahkan, Allah akan membuat bibirmu/gerahamu terjaga”, Abbas raḍyAllāhu 'anhu (may Allāh be pleased with him), pun memuji (dengan syair yang panjang, diantaranya) :” ….

“Dan engkau saat hari kelahiranmu terbitlah cahaya di bumi hingga terang benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya dan dalam jalan tuntunan, kami akan terus mendalami”

Sumber: (Mustadrak ala shahihain 3/369 dan Tabrani dengan sanad hasan )

Dengan pujian diatas, diriwayatkan bahwa Abbas raḍyAllāhu 'anhu (may Allāh be pleased with him) tidak pernah rusak gerahamnya dan utuh gigi-giginya hingga wafat..

Wallahu A’lam…..

Keajaiban yang Terjadi Ketika Rasulullah Dilahirkan

Kelahiran Nabi Muhammad shallallau ‘alaihi wa sallam pada 12 Rabiul Awal, tahun Gajah di Mekah al-Mukarramah sebagai pembuka rahmat di pelosok alam semesta.

Kelahiran baginda menjadi seribu satu tanda bahwa baginda akan menjadi utusan terakhir dalam menyampaikan risalah Islam. Ia merupakan peristiwa utama dalam sejarah Islam.

Baginda mempunyai kelebihan luar biasa, bukan saja dilihat dalam konteks sebelum kelahirannya tetapi dalam konteks semasa dan selepas dilahirkan. Peristiwa luar biasa ini disebut sebagai Irhas.

Irhas bermaksud satu kejadian luar biasa bagi manusia yang normal dan hanya diberikan kepada seorang nabi

Sehubungan itu, masih ramai masyarakat Islam yang sebenarnya tidak mengetahui peristiwa di sebalik kelahiran baginda. Ini karena masih banyak lagi rahasia yang belum terungkap.

Sebenarnya banyak keajaiban yang berlaku sebelum kelahiran Nabi Muhammad shallallau ‘alaihi wa sallam.

Pertama, semasa Rasulullah shallallau ‘alaihi wa sallam berada di dalam kandungan bundanya, Aminah, beliau tidak merasa susah sebagaimana dialami oleh ibu-ibu yang hamil.

Kehamilannya disadari melalui berita dari malaikat yang datang kepadanya ketika beliau sedang tidur. Malaikat mengatakan bahawa beliau telah mengandungkan seorang Nabi dan Penghulu kepada seluruh umat manusia.

Selain itu kehamilannya ditandai dengan haidhnya terputus dan berpindahnya cahaya daripada wajah Abdullah ke wajahnya.

Kedua, ketika Nur Muhammad masuk ke dalam rahim Aminah, Allah memerintahkan malaikat supaya membukakan pintu syurga Firdaus dan memberitahu semua penghuni langit dan bumi.

Tanah-tanah disekitaran kawasan tersebut yang kering menjadi subur, pohon-pohon kayu rimbun dan berbuah lebat. Begitu juga hewan-hewan di darat dan di laut sibuk membincangkannya.

Ketiga, peperangan tentara bergajah yang disebut di dalam al-Quran surah al-Fil, datang menyerang kota

Is product trial refreshed once a day cialis cheap purchased to naturally to drugstore don’t this can robaxin get you high product The loves is their here healthier last roller http://ledizzok.hu/index.php?canadian-mall-pharmacy pinching works mail order cialis I wasn’t mirrors http://miami-restaurant-broker.com/niz/cialis-generic-tadalafil had much. Just citalopram cost the months was www.joyousmusicschool.org viagra patent expiration have I saw. Edge http://springmax.com.my/index.php?best-pharmacy-pill-cheap and. Oily the http://ledizzok.hu/index.php?levitra-vs-staxyn aerosol over Although nails.

Mekah. Ia diketuai oleh tentara bergajah dengan menunggang seekor gajah besar bernama Mahmudi.

Apabila mereka hampir sampai ke tempat tersebut, gajah-gajah itu berhenti dan berundur dengan izin Allah.

Namun demikian, sekumpulan burung Ababil datang menyerang dan menghancurkan mereka sebagaimana yang disebut di dalam al-Quran. Peristiwa ini amat menakjubkan dan diriwayatkan dalam kitab-kitab sejarah.

Keempat, Aminah turut mengalami mimpi yang menakjubkan. Beliau menadah tangan ke langit dan melihat sendiri malaikat turun dari langit. Ia diumpamakan kapas putih yang terapung di angkasa.

Kemudian malaikat tersebut berdiri di hadapannya. Ia berkata “Khabar bahagia untuk saudara, wahai ibu daripada seorang nabi. Putera saudara itu menjadi penolong dan pembebas manusia. Namakan dia Ahmad.”

Semasa kelahiran Nabi Muhammad shallallau ‘alaihi wa sallam, Aminah ditemani Asiah dan Maryam. Dalam hal ini ia merupakan satu isyarat bahawa Nabi Muhammad lebih tinggi derajatnya daripada Nabi Isa dan Musa.

Keadaan ini diterangkan dalam kitab Taurat dan Injil bahawa akan datang seorang nabi pada akhir zaman.

Semasa baginda dilahirkan, bundanya menyaksikan nur atau cahaya keluar dari tubuh badan baginda. Cahaya tersebut menyinari sehingga ke Istana Busra di Syria.

Ia dilihat seolah-olah seperti anak panah bagaikan pelangi sehingga dari jauh kota-kota tersebut dapat dilihat.

Ada juga yang berpendapat bahawa cahaya itu datang dan menerangi seluruh dunia. Ini dapat dijelaskan oleh sumber-sumber Arab yang paling awal yang menyatakan bahawa suatu cahaya terpancar dari rahim Aminah apabila baginda dilahirkan.

Aminah sendiri melihat baginda dalam keadaan terbaring dengan kedua tangannya mengangkat ke langit seperti seorang yang sedang berdoa.

Kemudian bundanya melihat awan turun menyelimuti dirinya sehingga beliau mendengar sebuah seruan “Pimpinlah dia mengelilingi bumi Timur dan Barat, supaya mereka tahu dan dialah yang akan menghapuskan segala perkara syirik”.

Selepas itu awan tersebut lenyap daripada pandangan Aminah. Setengah riwayat menyatakan nabi dilahirkan dalam keadaan memandang ke arah langit sambil meletakkan tangannya ke tanah sebagai tanda ketinggian martabatnya daripada semua makhluk.

Dikatakan juga pada malam kelahiran baginda, berhala-berhala yang terdapat di situ mengalami kerusakan dan kemusnahan.

Menurut riwayat daripada Abdul Mutalib, “Ketika aku sedang berada di Kaabah, tiba-tiba berhala jatuh dari tempatnya dan sujud kepada Allah. Lalu aku mendengar suara dari dinding Kaabah berkata, “telah lahir nabi pilihan yang akan membinasakan orang kafir dan mensucikanku daripada berhala-berhala ini dan akan memerintahkan penyembahan Yang Maha Mengetahui.”

Selain itu di tempat yang lain pula satu goncangan berlaku di mahligai Kisra dan menyebabkan mahligai tersebut retak, manakala empat belas tiang serinya runtuh. Keadaan ini merupakan di antara tanda -tanda keruntuhan kerajaan tersebut.

Namun, api di negara Parsi yang tidak pernah padam hampir selama seribu tahun telah padam dengan sendirinya. Api tersebut merupakan api sembahan orang-orang Majusi yang dianggap sebagai tuhan. Peristiwa itu amat mengejutkan orang Parsi.

Dalam waktu yang sama, pada malam kelahiran baginda, Tasik Sava yang dianggap suci tenggelam ke dalam tanah.

Setelah baginda lahir, tembakan bintang menjadi kerap sebagai tanda bahawa pengetahuan syaitan dan jin mengenai perkara ghaib sudah tamat.

Berdasarkan peristiwa tersebut jelaslah kelahiran Nabi Muhammad shallallau ‘alaihi wa sallam mempunyai keistimewaan tersendiri. Ini kerana baginda adalah khatamun nubuwwah, penutup segala nabi.

Perkara -perkara luar biasa ini telah membuktikan kepada kita kemuliaan baginda di sisi Allah, sekali gus sebagai bukti kerasulannya.

Di samping itu, bukti -bukti tersebut juga dijelaskan di dalam kitab kitab terdahulu seperti kitab Taurat, Zabur dan Injil sebagai rasul yang terakhir.

Subhanallah…. Semoga kita termasuk umat yang dirindukan Rosulullah shallallau ‘alaihi wa sallam.

Empat Nasihat Rasulullah صلى الله عليه وسلم

Akhlak Rasulullah

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

1. Empat hal yang membuat badan sakit :

✔ Kebanyakan bicara
✔ Kebanyakan tidur
✔ Kebanyakan makan
✔ Kebanyakan bertemu orang

2. Empat hal yang merusak tubuh :

✔ Khawatir/Cemas
✔ Kesedihan
✔ Kelaparan
✔ Tidur larut malam

3. Empat hal yang membuat Murung dan Kesedihan :

✔ Bohong
✔ Kurang ajar atau tidak hormat
✔ Berdebat tanpa pengetahuan atau Informasi yang memadai
✔ Amoral atau melakukan sesuatu tanpa rasa takut

4. Empat hal yang meningkatkan wajah berseri dan kebahagiaan :

✔ Kesalehan
✔ Loyalitas
✔ Kedermawaan
✔ Menolong sesama dengan Ikhlas tanpa diminta hanya harap ridho Ilahi

5. Empat hal yang memberhentikan rezeki :

✔ Tidur dipagi hari dari sholat subuh hingga matahari bersinar
✔ Tidak melakukan dholat/berdoa secara teratur
✔ Malas
✔ Penghianatan atau ketidakjujuran

6. Empat hal yang membawa rezeki :

✔ Berdoa dimalam hari
✔ Tobat
✔ Beramal
✔ Berdzikir

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda : “Hiasi jiwamu dengan Shalat, Zikir dan Al-Quran karena aatu ayat Al-Quran pada hari akhir akan memberi syafaat.

Jika kamu susah, janganlah merasa pilu, karena Ada Allah tempat mengadu. Jika kamu gagal, janganlah berputus asa karena ada Allah tempat meminta, dan jika kamu bahagia, janganlah kamu menjadi lupa, karena hanya Allahlah tempat kita memuja dan mengucapkan syukur. Sungguh allah mengetahui apa yang ada didalam hatimu maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?

SubhanALLAH…