Mar.05

Pondok Pesantren El Bayan, Pesantren Terbaikku

Pondok Pesantren El Bayan, Pesantren Terbaikku

Pesantran tidak saja mewajah dalam proses perkembangan sistem pendidikan, tetapi juga mempertahankan keaslian wajah Indonesia. Meskipun seiring perkembangan zaman, pesantren terus berubah mengikuti perubahan, tetapi sistem yang diusung tetap menjadi ruhnya.

Al Maghfurlah KH. Najmuddin

Sepirit untuk menerjemahkan dan menghayati ajaran Islam dalam aktualitas kehidupan sehari-hari inilah yang terus diupayakan Pondok Pesantren El Bayan. Sebagai sebuah lembaga pendidikan keagamaan, Ponpes El Bayan memanifestasikan Hablumminalloh wa Hablumminannas dalam tujuannya, yaitu menyebarluaskan ajaran Islam, berusaha melaksanakan pengembangan jalur pendidikan agama Islam, yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat atau umat terhadap pendidikan keagamaan.

Ponpes El Bayan yang terletak didusun Bendasari desa Padangsari kecamatan Majenang kabupaten Cilacap Jawa Tengah, secara geografis memang jauh dari pusat pemerintahan kecamatan maupun kabupaten. Namun demikian, dari tahun ketahun dibawah asuhan Al Maghfurlah KH. Najmuddin terus melakukan perbaikan. Bahkan Santri tidak hanya diberi pelajaran agama saja tetapi berbagai keahlian dan ketrampilan.

KH. Imam Subky bersama al Maghfurlah KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Sepeninggalan KH. Najmuddin tahun 2003, Ponpes El Bayan telah terjadi perubahan sistem kepemimpinan, dari kharismatik menuju kesebuah dewan. Dewan Pengasuh tersebut terdiri dari KH. Imam Subky Najmuddin, KH. Mahsun Yusuf Najmuddin, KH. Maulan Ibrahim, KH. Drs. Muhammad Marda al Hafidz, KH. Drs. Fathul Aminuddin Aziz MM., Ky. Ulin Nuha, ST., KH. Muhammid Shofari, dan KH. Mukhlas ‘Adnan.

KH. Imam Subky Najmuddin (kanan) dan KH. Mahsun Yusuf Namuddin (kiri)

Penanganan pendidikan di Ponpes El Bayan juga disepealisasikan dengan membentuk tim-tim khusus. Tim khusus tersebut meliputi tim Al Qur’an, tim Kitab Kuning dan tim Alat. Beberapa pembaharuan juga dilakukan seperti memberdayakan grassroot (Santri) dalam memilih kepala madrasah. Para calon datang dari usulan suara para Santri.

Ponpes El Bayan memiliki dua lembaga pendidikan, yaitu Formal dan Non Formal. Pendidikan Formalnya meliputi, Taman Kanak-kanak (TK), Madrash Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejurun (SMK) Komputama dan LPK IKMI Majenang. Sedangkan pendidikan Non Formal, meliputi, Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), Madrasah Awaliyah (SP), Madrasah diniyah Wustho, Madrasah diniyah ‘Ulya, pengajian Kitab Kuning baik Sorogan maupun Bandungan, Klasikal maupun Muhafadzoh, Tahfidul Qur’an, dan Kegiatan Kemasyarakatan, yang meliputi, Pengajian Reboan, Itihadul Mubalighin Al Islami (IMA), Jam’iatul Quro Wal Hufadz (Al Imdad), peduli korban bencana alam, tadarus kematian, dan lain-lain.

Kegiatan ekstra Santri yang dikembangkan meliputi Jam’iyyatul Hadhroh, Tari Saman, Kursus menjahit, Kaligrafi, Al Qur’an Bittaghoni, dan Kursus Komputer menggunakan Laboratorium Komputer pesantren yang cukup memadai. Pada moment tertentu Santri juga mengadakan acara Seminar atau Halaqoh dengan tema tertentu, seperti Pendidkan, Al Qur’an, Budaya dll.

Berbagai macam badan usaha juga telah dibentuk di pesantren ini guna menghasilkan santri berkualitas sekaligus seorang Entrepreneur muda. Mulai dari Koperasi Santri, Kopersasi Madrasah, El Bayan Copy Center, Komputama Radio hingga CTV (Computama TV).

sumber: majalah Fadilah dengan sedikit perubahan

Activities
Share this Story:
  • facebook
  • twitter
  • gplus

About Muhammad